Tips Traveling Dengan Anak

//Tips Traveling Dengan Anak

Tips Traveling Dengan Anak

Ingin traveling mengeksplor tempat baru dengan anak tapi deg-degan dan takut repot? Bagaimana kalau anak rewel karena terlambat makan, capek atau sakit? Namanya orang tua ya pasti selalu khawatir dengan anak. Tapi bukan berarti tidak bisa disiasati. Kami merangkum beberapa tips traveling dengan anak berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman yang sudah berpengalaman traveling dengan anak.

  1. Perhatikan benar jadwal makan anak. Sangat penting agar anak tidak terlambat makan. Kalau kita yang dewasa telat-telat makan sedikit (biasanya) nggak masalah kan, tapi kalau anak-anak waduhh sebisa mungkin jangan sampe deh (pengalaman pribadi). Daripada masuk angin, trus muntah, apalagi demam 🙁 Tidak bisa dihindari, namanya traveling jadwal makan pasti terganggu. Namanya lagi traveling, apalagi pergi ke tempat yang kita belum pernah datangi sebelumnya, bisa saja kita belum sampai ke tempat makan pada jam makan. Siasati dengan selalu sedia snack untuk mengganjal perut anak seperti susu kotak, buah (pisang atau apel beli di kombini atau bekal dari saat sarapan di hotel), sereal (untuk dimakan kering ya, kalau diguyur susu dengan mangkok kayanya akan ribet, hihi), granola bars, dan lain-lain. Untuk menjaga fitness level anak-anak, usahakan setiap hari ‘jejelin’ buah 🙂
  2. Untuk anak yang masih menggunakan diaper, ganti diaper sebelum terlalu penuh untuk mencegah bocor dan anak tidak nyaman. Untuk anak yang sudah tidak menggunakan diaper, pastikan sudah ‘toilet time’ dulu sebelum take off dan landing.
  3. Untuk anak yang masih menyusu, ketika sudah datang tanda pertama sebaiknya langsung disusui, jangan tunggu sampai anak menjerit/menangis dan mengamuk. Apabila menyusui menggunakan botol, sebaiknya setelah menyusui botol langsung dicuci/dibersihkan atau disteriliasasi. Usahakan untuk membawa botol extra saat bepergian. Apabila menggunakan pesawat, coba untuk menyusui anak saat take-off dan landing untuk mencegah rasa tidak nyaman pada kuping anak akibat perubahan tekanan udara saat take off dan landing. Untuk anak2 yang sudah cukup besar, berikan permen untuk dimakan saat take-off.
  4. Untuk mengusir kebosanan anak di perjalanan, apalagi jika perjalanannya panjang, siapkan beberapa jenis mainan, buku-buku sticker atau mewarnai, kartu remi atau Uno, dll. Mayoritas pesawat menyediakan in-flight enterainment dan variasi program (film, lagu dan games) untuk anak yang cukup beragam dan menarik yang bisa menghibur anak saat perjalanan. Atau bisa juga mama/papa bercerita dengan menggunakan majalah yang ada di pesawat sebagai sumber inspirasi. Sebaiknya menukar aktivitas-aktivitas ini setelah anak bosan terhadap satu aktivitas, jangan cepat2 menukar apabila anak masih menikmati salah satu aktivitas-aktivitas di atas.
  5. Pilihlah penerbangan dengan transit apabila perjalanan terbang langsung (direct flight) akan lebih dari 8 jam. Pilihlah saat transit minimal 2 jam, beri kesempatan anak untuk bermain sepuasnya misalnya berlari-lari di ruang terbuka yang nyaman, sebelum menyambung penerbangannya lagi. Kita sebagai orang tua juga memerlukan waktu beristirahat meluruskan kaki (istilahnya) sebelum melanjutkan penerbangan.
  6. Orang tua diharapkan tidur ketika anak tidur. Ini juga sangat penting agar tenaga kita setelah tidur akan setara dengan tenaga anak.
  7. Bawalah stroller yang nyaman untuk traveling, nyaman bagi anak juga nyaman buat orang tua yang membawanya. Untuk anak-anak yang masih digendong hendaknya membawa baby carrier selain stroller sehingga apabila anak tertidur, dapat ditidurkan di stroller sehingga orang tua dapat leluasa bergerak.
  8. Bawa persediaan baby wipes yang banyakkkkk. Ini super berguna dalam segala keadaan (kayanya curhat haha).
  9. Belajar cuek dan lempeng ajaa ya Ibu dan Bapak sekalian. Di saat anak nangis atau cranky misal dalam pesawat atau public transportation lain, kita ngga perlu malu atau panik. Kalau panik, kita jadi ngga sabar dan kurang berempati dengan anak lalu jadi marah-marah dehh. Jangan khawatir orang lain akan kesal dengan ‘keributan’ yang dibuat anak kita. Sebenarnya, orang cuma mau melihat apakah orang tua tuh ada usahanya ngga sih buat menenangkan anaknya. Kalau udah lihat orang tuanya sabar berusaha menenangkan anaknya, biasanya orang akan maklum dan ikut berempati dengan kita. Tapi kalau anak kita cranky, tendang-tendang kursi di depan kita, trus kitanya cuek aja, ya so pasti jooo orang lain juga SEBEL sama kita, ya kan?
  10. Dan ini juga penting diingat, sambungan dari point di atas. Take your time, ngga perlu buru-buru atau terlalu mikirin orang lain sampai akhirnya kita memarahi anak kita. Kan judulnya liburan mau senang-senang sehingga tercipta memori yang menyenangkan buat kita dan anak-anak. Kalau gara-gara nggak enak sama orang lain karena kita lama mengisi form imigrasi (misalnya), terus anak kita jadi dimarahin kok yaa nggak adil buat anaknya 🙁
  11. Lihat sign yang diberikan anak. Apabila ada ‘drama’ dengan anak, tarik nafas berhenti sejenak. Apakah anak sudah lelah atau kurang fit, jangan dipaksakan untuk terus jalan demi mengikuti itinerary. Lebih baik istirahat cukup hari ini dan besok memulai hari lagi dengan kondisi semua anggota keluarga lebih segar dan hepi.
  12. Backpacker is not for everyone nor every family. Jaman masih belum punya anak, okelahh traveling ala backpacker-an, bertualang nginep di mana juga hayuuk. Tapi kalau bawa anak apalagi masih kecil, pertimbangan dan persiapan mau nggak mau harus extra apalagi kalau masih bayi atau toddler. Akan lebih bijaksana apabila traveling sesuai dengan kemampuan kita tapi nyaman untuk seluruh anggota keluarga daripada bepergian jauh dan lama tapi super irit dan tidak nyaman untuk anak.
  13. Jangan lupa bawa plastik. Gunakan untuk menyimpan tisu basah bekas, kotak susu bekas, bungkus cemilan anak bahkan diaper bekas dan buang ketika ketemu tempat sampah. Jangan buang sampah sembarangan ya, terutama diaper yang disumpel. Its a big No No. Malu ah. Bagaimana juga, kita lagi bertamu ke ‘tempat’ orang. Misalnya kita liburan ke luar negeri, kita kan membawa nama bangsa. Nggak mau dong nama negara kita jadi jelek karena nila setitik kan rusak susu sebelanga.
  14. Itinerary ambisius? Lupakan! Apalagi untuk para orang tua yang perdana membawa anak traveling.Satu-dua tempat yang untuk kita (ortunya) wajib kunjung, okelah. Tapi membuat 4-5 tujuan wisata yang tidak berdekatan apalagi searah dalam satu hari? Semua harus disesuaikan dengan anak. Coba disesuaikan dengan ritme anak. Setiap keluarga punya gaya traveling yang berbeda. Susun itinerary dengan mempertimbangkan interest masing-masing anggota keluarga, pace dan usia anak. Jangan ikut-ikutan itinerary orang lain tapi tidak mempertimbangkan faktor tadi, misalnya: “Ah si anu anaknya 2, batita dan balita bisa tuh pergi ke Nepal lalu manjat Everest! Kita juga ke sana yukkk!” Sementara kita, jangankan manjat Gunung Gede, atau bahkan kemping aja belum pernah, hihi. Ngomong-ngomong itinerary, kami banyak pengalaman membuat children-friendly itinerary, hihih…silakan hubungi kami yaa kalau berminat
  15. Jangan sampai kurang minum. Selalu bawa botol minum. Jika ada tap water, botol minum bisa direfill atau beli air mineral Minum secukupnya, bawa persediaan air. Terumata bepergian saat musim dingin, suka ngga sadar akan haus, tiba-tiba dehidrasi. Jadi, jangan lupa untuk minum yang cukup untuk anak juga ortunya.
  16. Bawa obat-obatan ‘wajib’ seperti obat penurun panas, band-aid/plester, betadine, dan obat-obatan standar lain sesuai dengan kondisi anggota keluarga. I guess this goes without saying, misalnya ada anggota keluarga yang mengidap asthma, maka wajib banget obat-obatan dan inhalernya dibawa kemana-mana. Psst, kalau kami di Toraberu kebetulan tim #tolakangin semua, benda ini wajib dibawa. Bukannya bisa dibeli aja di apotik di tempat tujuan nanti? ngapain nambah-nambahin isi koper sih? karena kalau kita bepergian ke negara yang bahasanya tidak kita kuasai, kebayang kan ‘pake ribet’ untuk beli obat penurun panas ‘doang’. Kalaupun kita hanya bepergian ke tempat yang dekat/familiar, tetap akan lebih efisien apabila kita tidak menghabiskan waktu ke apotik dan bisa langsung menggunakan obat apabila diperlukan.
  17. Jika traveling (bersama anak) dengan pasangan, ini kesempatan bagus untuk latihan Amazing Race. Teamwork sebagai pasangan akan diuji, hihi. Saya pribadi senang sekali momen bepergian dengan pasangan dan anak-anak karena rasanya makin kompak. Dengan pasangan saling bantu menyiapkan segala sesuatunya. Semakin lama kami semakin tahu-sama-tahu siapa yang bagian menyiapkan makanan, siapa yang packing, siapa yang memikirkan rute. Seru!
  18. Jangan lupa cek apakah akomodasi yang kita gunakan children friendly atau tidak. Cek/tanyakan kebijkan hotel/airbnb tentang anak-anak karena ada beberapa hotel/airbnb yang tidak menerima anak-anak. Begitu pula dengan tujuan yang akan kita kunjungi, do our homework to search apakah tempat yang didatangi cocok untuk anak-anak. Bisa ulik di Google atau tanya kepada orang yang lebih mengerti/berpengalaman tentang daerah yang akan dikunjungi. Jangan sampai anak tidak nyaman (atau bahkan dilarang masuk) atau ternyata tempatnya tidak pantas untuk anak-anak, duhh…hihi.
  19. Traveling with or without nanny/babysitter? Dua opsi ini tentunya ada pro dan kontranya masing-masing. Jika traveling dengan nanny, orang tua akan lebih ‘santai’ karena ada yang bisa membantu untuk urusan anak dan dapat pahala juga ngajak nanny/babysitter jalan-jalan (selama nanny-nya juga seneng ya, hehe) walaupun di satu sisi harus menyediakan dana ekstra. Sementara itu, traveling without nanny/babysitter selain lebih hemat, bisa jadi kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas hanya dengan keluarga saja. Hal yang mungkin susah didapat dengan kesibukan sehari-hari di rumah/kantor/sekolah. Jadi, capek sih, tapi kalau dibawa senang, capeknya nggak (terlalu) terasa kok…nanti sampai di rumah panggil tukang pijet aja 😀
  20. Simpan memori dalam foto/video untuk jadi kenang-kenangan kelak. Apabila sudah besar nanti anak-anak bisa melihat lagi dan teringat betapa menyenangkannya bepergian dengan ayah ibu. Walaupun, nggak perlu setiap 5 langkah foto-foto juga sih. Mau liburan atau mau photoshoot? hihi. Kapan menikmati liburannya kalau sedikit-sedikit “ayo kak/dek, foto duluuu” dijamin anaknya bete! hihihi.

 

 

All in all,

Traveling dengan anak memang harus sabar, tidak boleh panik dan fleksibel. Ingat kembali bahwa tujuan liburan adalah untuk menyegarkan pikiran setelah sehari-hari mengikuti rutinitas kantor/rumah/sekolah dan spend some quality time with our loved ones. Sebelum berangkat, kita memang harus punya persiapan dan perencanaan yang matang, tapi sesampainya di sana, try to go with the flow. Ajak anak untuk melihat liburan sebagai petualangan, terutama apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan bayangan/rencana. Latihan sabar bareng dengan anak 🙂 Kalau kita panik, anak-anak bisa merasakan lho dan jadi resah yang nanti berujung cranky. Menghabiskan waktu full dengan anak-anak (tanpa terpotong waktu kerja/sekolah) akan memberikan kita kesempatan untuk lebih memahami dan mengenal perangai anak kita.

Jadi, mau liburan ke mana dengan anak-anak dalam waktu dekat ini? jangan khawatir, dengan perencanaan yang matang, liburan dengan anak-anak lebih banyak seru dan menyenangkannya kok dibanding repotnya.

 

 

written by: MiaMeta

By |2018-06-04T00:01:20+00:00August 29th, 2016|Categories: Uncategorized|Tags: , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.